Minggu, 31 Januari 2010

Perselingkuhan Oksigen

Saat ini, banyak hal yang tidak pada tempatnya. Orang-oarang luput tahu baahwa banyak hal yang mereka anut, mereka jadikan prinsip, tapi sebenarnya mereka tidak tahu dari mana itu berasal. Atau, apa itu sebenarnya. Yang fatal, banyak orang yang berkata begini-begitu tapi ketika ditanya apa maksudnya, mereka langsung mati gaya. Sesungguhnyaa, banyak hal mapan di dunia ini yang sebenarnya hanya berupa kesepakatan. Seperti misalnya mengapa oksigen disebut oksigen?, karena sejak dulu kesepakatannya begitu. Sebenaarnya tidak masalah jika dulu dinama oksana, domeon, atau apalah. Lalu, siapa yang sebenarnya benar-benar tahu seperti apa bentuk oksigen itu?. Apa? gas?. Ha. Penamaan gas juga kesepakatn. Karena ia secara materi tidak padat dan tidak cair. Di duniaa ini, berttebaran kesepakatan-kesepakatan. Tapi aku secara ngawur saja mengklasifikasikannya menjadi dua: yang tertulis dan tidak tertulis. Yang tertulis misalnya seperti satuan-satuan baku dalam fisika, rumus-rumus dalam matematika, tat cara pemberian nama ilmiah dalam biologi, atau level-level dalam taksonomi. Yang tidak tertulis misalnya... orang pacran tidak boleh selingkuh. Aku yakin, haqul yakin ini hanya kesepakatan saja yang..tidak tertulis. Tidak percaya? mari kutunjukkan buktinya. Pacaran adalah hubungan laki-laki perempuan yang tidak diatur oleh lembaga negara juga aturan agama dalam konteks perselingkuhan. Bentuk hubungan laki-laki dan perempuan yang diatur oleh negara dan agama hanya pernikahan, diluar itu tidak. Dalam agama manapun, berselingkuh itu kharam. Mengkhianati komitmen. Aku juga sepakat. Dalam aturan agama pun sama. Suami harus bersikap dan memperlakukan istri dengan baik. Bereslingkuh, yang notabene menyakiti, berarti melanggar aturan. Itu jelas. Legitimasi penuh. Tapi hal ini tak berlaku dalam hubungan pacran. Tak ada aturaan negara yang berbunyi melarang menyelingkuhi pacar. Dalam agama juga. Nihil mutlak. Karena itu, pacaran sepenuhnya konsensus. Seratus persen. Karena tak ada aturannya, maka polanya adalah kesepakatan kita dengan pacar. Karenannya jika pacar kita bersepakat membolehkan kita berhubungan tidak hanya dengannya, berselingkuh itu meenjadi khalal. Hmm, tapi kalau polanya begini mungkin tidak tepat disebut sebagai berselingkuh; tapi berhubungan lagi dengan yang lain. duh... repot amat, kepanjangan. Yang jelas substansinya itulah. Bkankah masa sebelum menikah adalah masa yang harus kita manfaatkan betul untuk mencari banyak pilihan hingga muncul banyak pertimbangan. Keseriusan dengan satu orang saja akan menjadi proses berbedayang berjalan natural dan barangkali itulah yang kemudian disebut jodoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar